Rabu, 28 Agustus 2019

Resensi Matematika


INTI SARI MATEMATIKA SD – SMP – SMA
RESENTATOR: ENAYA BR PERANGIN-ANGIN
Dan YARNI HULU

1.JENIS RESENSI: BUKU PENGETAHUAN
2.IDENTIFIKASI BUKU
       JUDUL BUKU              : INTI SARI MATEMATIKA SD-SMP-SMA
        NAMA PENULIS          :Ngapiningsih , Anna Yuni Astuti
PENERBIT                   :PT Intan Pariwara
TAHUN TERBIT            :2011
JUMLAH HALAMAN    :188
JUMLAH KATA           :-
ISBN                         :978 -979-28-0725-7
CETAKAN KE              :2
KOTA TERBIT              :Klaten
HARGA BUKU            :Rp 45000,00
3. RANGKUMAN BUKU
Buku ini mempelajari tentang matematika dari SD SMP dan SMA . Yang pertama kita belajar tentang bilangan . Konsep bilangan telah dikenal sejak jaman prasejarah . Saat itu manusia purba mengenal konsep bilangan asli . Mereka mengunakan bilangan asli untuk menyatakan banyak benda, misalnya banyak ternak dan anggota keluarga. :
Jenis jenis bilangan :
1.Bilangan prima : bilangan yang hanya dapat dibagi oleh dirinya sendiri dan bilangan Satu
2.Bilangan asli(  : bilangan bulat yang dimulai dari satu
3.Bilangan cacah : bilangan bulat yang dimulai dari nol
4.Bilangan ganjil : bilangan bulat yang tidak habis dibagi dua
5.Bilangan genap: bilangan bulat yang habis dibagi dua
6.Bilangan bulat( ): terdiri atas bilangat bulat negative , nol , dan bilangan bulat positif
7.Bilangan rasional( ): sembarang bilangan yang dapat dapat dinyatakan dalam bentuk   . Syaratnya , a dan b anggota bilangan bulat , sedangkan b 0 .
8.Bilangan real( ) terdiri atas bilangan bulat dan bilangan bulat dan bilangan pecahan
                   Bilangan Romawi
Lambang              Nilai
I                  =       1
V                 =       5
X                 =       10
L                  =       50
C                 =       100
D                 =       500
M                =       1000

                  Pengerjaan Hitung Bilangan
1. Penjumlahan
Dilakukan dengan menjumlahkan setiap angka sesuai nilai tempatnya .
2.Pengurangan
Dilakukan dengan mengurangkan setiap angka sesuai nilai tempatnya.
3.Perkalian
        Dilakukan dengan mengalikan setiap angka satu per Satu
4. Pembagian
        Dilakukan dengan membagikan setiap angka.
5.Pengerjaan Hitungan Campuran
        Urutan pengerjaan hitung campuran:
a.     Pengerjaan dalam kurung;
b.     Perkalian atau pembagian (urut dari kiri);
c.       Penjumlahan atau pengurangan (urut dari kiri);
d.     Perkalian dan pembagian didahulukan daripada penjumlahan apabila tidak terdapat tanda kurung.
6.sifat sifat pengerjaan hitung bilangan
a. komutatif (pertukaran ):
        a+b = b+a sifat komutatif pada penjumlahan
        a x b = b x a sifat komutatif pada perkalian
b. Asosiatif ( pengelompokan ):
a.     a + (b+c) = (a + b) + c sifat asosiatif pada penjumalahan
        a x (b x c)= (a x b) x c sifat asosiatif pada perkalian
c.Distributif (penyebaran)
a x (b + c)= (a x b)+(a x c) sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan.
a x (b – c )= (a x b) – (a x c)  sifat distributive perkalian tehadap pengurangan
                Pecahan
Bentuk pecahan
          Pecahan dilambangkan dengan , bambang a menyatakan pembilang dan b menyatakan penyebut , dengan b  0.
1.     Pecahan biasa ( sejati )
Pecahan biasa yaitu pecahan yang nilai pembilangnya kurang dari nilai penyebutnya (a  b).
2.     pecahan tidak sejati
pecahan tidak sejati yaitu pecahan yang nilai pembilangnya lebih dari atau sama dengan penyebutnya (a  b).
3.     Pecahan campuran
Pecahan campuran dilambangkan dengan m , dengan a < b, b  0 , dan m bilangan bulat.
Membandingkan Pecahan
1.     Pecahan berpenyebut sama
a.     Jika pembilang pecahan pertama lebih dari pembilang pecahan kedua , berarti pecahan pertama lebih dari pecahan kedua.
b.      Jika pembilang pecahan pertama kurang dari pembilang pecahan  kedua , berarti pecahan pertama kurang dari pecahan kedua.
2.     Pecahan  berpenyebut tidak sama
Caranya : - penyebut kedua pecahan disamakan
                         -pembilang kedua pecahan disamakan

              Pangkat , Akar , dan Logaritma
Bilangan berpangkat
1.     Notasi bilangan berpangkat yaitu an dengan a bilangan real dan n bilangan bulat .
an dibaca a pangkat n. Khusus n = 2, a2 dibaca a kuadrat.
Notasi a disebut bilangn pokok, sedangkan n disebut pangkat atau eksponen. an = a x a x a x ... x a
2.     Bilangan berpangkat dua ( bilangan kuadrat)
Bilangan kuadrat yaitu bilangan hasil perkalian dari dua bilangan yang sama . bilangan kuadrat di notasikan dengan a2 = a x a.
3.     Bilangan berpangkat tiga ( bilangan kubik )
Bilangan kubik yaitu bilangan hasil perkalian berulang sebanyak tiga kali dari bilangan yang sama. bilangan kubik dinotasikan dengan a3 = a x a xa.
                                  
4.     Bilangan berpangkat tdak sebenarnya
a.     Bilangan berpangkat nol
a0 = 1 dengan a bilangan real dan a  0.
b.     Bilangan berpangkat negative
a-n = n dengan a bilangan real , a  0 , dan n bilangan bulat.
5.    Sifat sifat bilangan berpangkat
a.    am x an= am+n
b.    am x an= am-n
c.      (a x b)m=am x bm
d.    (am)n= amxn
e.    Kam x lbn = (k x l) x (am x bn) dengan k dan l bilangan real
f.      a0=1
g.    ( )n= a-n
6.    Pangkat bentuk aljabar
a.    (a + b)2=a2 + 2ab + b2
b.    (a – b)2=a2 – 2ab + b2
c.      (a + b)3=a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
d.    (a – b)3=a3 – 3a2b + 3ab2 – b3
Akar bilangan
1.     Akar adalah kebalikan dari pangkat
Notasi:  dibaca akar pangkat n dari a , dengan a disebut radikan dan n disebut pangkat dari akar. Khusus untuk n = 2,  ditulis  dibaca akar kuadrat a.
2.     Akar pangkat dua ( akar kuadrat)
a.     Akan dicari nilai  
Caranya :
1.     Pisahlkan dua angka dari belakang sehingga diproleh bilangan bagian depan 12 ( dua angka ), sedangkan bilangan bagian belakang 25 (dua angka).
2.     Cari akar terbesar yang mendekati bilangan bagian depan (12) yaitu 3.
3.      Kuadrat dari 3 adalah 9. Kurangi bilangan bagian depan dengan 9 yaitu 12- 9 = 3.
4.      Turunkan bilangan bagian belakang menjadi 325 .
5.      Akan dicari nilai a dan n yang memenuhi hubungan an x n = 325. Nilai a diproleh dari penjumlahan akar akar 9 , yaitu 3 + 3 = 6 . cari bilangan n yang memengaruhi 6n x n = 325. Diproleh n = 5, yaitu 65 x 5 = 325. Jadi ,  = 35.
3.     Merasionalkan bentuk akar
Secara umum, bentuk akar dapat dirasionalkan dengan mengalikannya mengunakan bentuk sekawan akar tersebut.
4.     Opera hitung pada bentuk akar
Akar dapat dijumlahkan atau dikurangkan jika bentuk akar tersebut sama.

                Logaritma
1.     ac = b . logaritma dengan notasi: alogb = c
ket:
a = bilangan pokok atau basis (a>0 dan a  1)
b = nomerus atau bilangan yang dicari logaritmanya ( b>0)
c = hasil logaritma
jika a = 10 , alog b saja.
2.    Sifat sifat logaritma
a.    alog (fg) = alog f + alog g
b.    alog( ) = alog f – alog g
c.      alog b = 1 : blog a
d.    alog bn = n x alog b
e.    alog b = clog b : clog a
f.      aalogb = b
Pengerjaan hitungan campuran
        Urutan pengerjaan hitung campuran pada bilangn berpangkat sama dengan urutan pengerjaan hitung pada bilang bulat.
Urutan pengerjaan
1.     menghitung bilangan berpangkat
2.     menyelesaikan perkalian dan pembagian
3.     menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan .
Barisan dan deret
1.     barisan bilangan adalah susunan atau  urutan bilangan yang dibentuk menurut aturan tertentu . Bilangan pada suatu barisan disebut suku.
Penulisan barisan : U1 , U2 , U3, U4, ...,Un.
2.     Deret adalah penjumlahan berurut dari suku suku barisan bilangan . penulisan deret : U1 + U2 + U3 + U4 +....+Un.
Barisan Aritmatika
 Bariasan aritmatika adalah barisan yang mempunyai selisih antar dua suku berurutannya sama. Selisih antara dua suku yang berurutan disebut beda , dirumuskan dengan :
b = Un – Un-1
suku pertama suatu barisan dinotasikan a. Bentuk umum barisan aritmatika : a, a + b, a + 2b, a + 3b,....
beda dari baris aritmatika yang terbentuk dapat kita tentukan dengan menggunakan rumus : b = .
Deret Aritmatika
Deret aritmatika adalah penjumlahan berurut suku suku suatu barisan aritmatika . bentuk umum :a + (a + b) + (a + 2b) + ...+ (a + (n – 1) b). Jumlah n suku pertama dirumuskan dengan Sn = (2a + b(n – 1)) atau Sn = (a + Un). Rumus suku ke-n jika Sn diketahui : Un = Sn – Sn-1.

                        Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan dengan perbandingan atau rasio antara dua suku yang berurutan tetap.Rumus suku ke-n barisan geometri yaitu Un = arn-1 dengan a = suku pertama dan  r =  . rumus suku tengah barisan geometri jika n ganjil adalah Ut = suku tengah dan Un = suku terakhir.

                        Deret geometri
Deret geometri merupakan penjumlahan berurut suku suku barisan geometri . jumlah suku pertama deret geometri dirumuskan dengan Sn= ( n) untuk r>1. Rumus suku ke n jika Sn diketahui adalah Un = Sn– Sn-1.

                        Deret Geometri Tak Berhingga
        Deret geometri U1 + U2 + U3 +...+Un disebut dengan deret geometri  tak berhingga jika n mendekati tak berhingga . dengan kata lain , deret geometri disebut deret geometri tak berhingga jika banyaknya suku deret geometri tersebut bertambah terus mendekati tak berhingga.

                        Notasi Sigma
1.     Pengertian Notasi Sigma
Secara umum kita dapat menyatakan penjumlahan suatu bilangan dengan menggunakan notasi sigma sebagai berikut .
U1 + U2 + U3 +...+Un- 1 + Un= k
Jika batas bawah penjumlahan 1 dan batas atasnya n , maka penjumlahan tersebut terdiri dari n suku , sedangkan jika batas bawah penjumlahan  r dan batas atasnya n, maka penjumlahan tersebut terdiri dari n – r + 1 .
2.     Sifat sifat Notasi Sigma
Sifat 1
  i = j
Sifat  2
   =nk dengan k suatu konstanta
Sifat 3
  i = k i
Induksi matematika
Induksi merupakan proses pengambilan kesimpulan secara umum dari beberapa hal yang khusus . untuk membuktikan kebenaran dari suatu rumus / teorema / sifat yang berkaitan dengan bilangan asli n dengan menggunakan induksi matematika dapat dilakukan dengan langkah langkah berikut.
Langkah 1. Dibuktikan bahwa rumus / teorema benar untuk n=1
Langakah 2.- andaikan rumus/teorema benar untuk n= k
                   .- Dibuktikan bahwa rumus / teorema benr untuk n = k + 1.



                        PENGUKURAN
        SATUAN UKURAN PANJANG
Hubungan Satuan Ukuran Panjang
Km=kilometre                 cm = sentimeter
Hm=hektometer            mm= milimeter
Dam=dekameter
M =meter
Dm= desimeter

  
Setiap turun satu tingkat dikalikan 10 , sedangkan naik satu tingkat dibagikan 10.
 





Satuan panjang SI yang sering dipakai:
1 inch        :2,54 cm
1 kaki       :12 inch = 30,48 cm
1 yard      :3 kaki = 91,44 cm
1 mil laut   :1.852 m
1 mil darat        :1.666 m

Satuan ukuran luas
Setiap turun satu tingkat dikalikan 100 , sedangkan naik satu tingkat dibagi 100.
Hubungan satuan ukuran luas
km2                                   cm2
 hm2 =heaktare                  mm2
dam2 =are
m2 = sentiare                    
dm2
1 ton = 10 kuintal
1 ton =1000kg
1 kuintal=100kg
            SATUAN UKURAN BERAT      
SI
1 ounce=28,35gram
1 pound=16 ounce=453g
 




Satuan waktu
1 abad: 100 tahun                      1 minggu: 7 hari
1 desawarsa: 10 tahun                1 hari:24 jam
1 windu:8 tahun                          1 jam: 60 menit
1 lustrum:5 tahun                         1 menit :60 detik
1 tahun: 12 bulan
1 tahun: 53 minggu
1 tahun: 365 hari atau 366hari
Daftar banyak hari dalam setiap bulan
Bulan
Jmlh hari
Januari
31
Ffebruari
28/29
Maret
31
April
30
May
31
Juni
30
Juli
31
Agustus
September
Oktober
November
Desember
31
30
31
30
31



SATUAN UKURAN KECEPATAN
Hubungan satuan ukuran kecepatan
Oleh karena itu kecepatan merupakan jarak yang ditempuh per satuan waktu , maka hubungan satuan kecepatan  dilihat berdasarkan hubungan satuan jarak dan hubungan satuan waktunya.
Satuan kecepatan =

    SATUAN UKURAN DEBIT
Debit adalah banyaknya zat cair yang mengalir dalam waktu tertentu . satuan debit antara lain m3/s , cm3/s , atau liter/detik.
Satuan debit =

   SATUAN UKURAN JUMLAH
Hubungan satuan ukuran jumlah
1 rim= 500 lembar
1 kodi=20 helai(lembar)
1 lusin=12 biji(buah)
1 gros= 12 lusin(dosin) = 144 biji(buah)

                                         ALJABAR
Pengerjaan hitung bentuk aljabar
1.     Pengerjaan hitung pada bentuk aljabar adalah suatu bentuk kalimat matematika yang melibatkan angka (konstanta), huruf(variable), koefisien, dan operasi hitung.
2.      Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar hanya dapat dilakukan terhadap suku suku yang sejenis , yaitu suku yang mempunyai variabel sama.
3.     Perkalian suatu kostanta dengan suku dua menggunakan sifat distributive perkalian terhadap penjumlahan  atau pengurangan .
4.     Pembagian dan pemangkatan bentuk aljabar sama seperti pembagian bilangan bulat.
Pemfaktoran bentuk aljabar
1.     Memfaktorkan bentuk aljabar adalah menjabarkan suatu bentuk aljabar menjadi perkalian dua bentuk aljabar.
ap aq = a(p  q)           a2 + 2ab + b2 = (a + b)2
a2 – 2ab + b2 = (a – b)2         a2 – b2 = ( a – b)(a + b)
2.     Memfaktorkan bentuk ax2 + bx + c dengan a = 1
Caranya mencari dua bilangan pembagi dari c yang jumlahnya b .
Ditulis x2 + bx + c = (x + p)(x + q) dengan b = p + q dan c = p x q.
3.     Memfaktorkan ax2 + bx + c  dengan a 1. Dengan bentuk ax2 + bx + c  =      dengan p + q= b dan p x q = ac.

Perbandingan dan skala
Perbandingan
1.     Perbandingan adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis .
2.     Perbandingan sejenis adalah dua besaran dikatakan mempunyai perbandingan senilai jika bertambahnya besaran yang satu diikuti bertambahyan besaran yang lain dan berkurangnya besaran yang satu diikuti berkurangnya besaran yang lain.
3.     Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dua besaran yang nilainya saling berkebalikan  . artinya jika besaran yang satu  bertambah maka besaran yang lain berkurang
Skala
Skala adalah perbandinganantara ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya .
Skala =

                                SUKU BANYAK
Bentuk umum
1.    anxn  + an-1xn-1 +....+a1x + a0
2.    f(c)=ancn + an-1cn-1 +....+a1c =a0


MATRIKS
Matriks adalah susunan sekelompok bilangan dalam bentuk persegi atau persegi panjang yang diatur menurut baris dan kolom .
Macam macam matriks
1.     matriks pesergi yaitu suatu matriks dengan banyak baris dan kolom yang sama
2.     matriks baris yaitu suatu matriks yang hanya terdiri atas satu baris.
3.     Matriks kolom yaitu suatu matriks yang hanya terdiri atas satu kolom .
4.     Matriks nol (0) yaitu suatu matriks yang semua elemennya 0(nol).
5.     Matriks diagonal yaitu suatu matriks persegi dengan semua elemennya 0 , kecuali elemen diagonal utama tidak semua nol
6.     Matriks identitas (I) yaitu suatu matriks dengan semua elemen diagonal utama = 1 sedangkan semua elemen yang lain = 0.
7.     Matriks segitiga bawah yaitu suatu matriks persegi dengan semua elemen di atas diagonal utama = 0 .
8.     Matriks segitiga atas yaitu suatu matriks persegi dengan semua elemen di bawah diagonal utama = 0
Transpos
Transpos dari matriks A adalah suatu matriks baru yang terbentuk jika elemen elemen pada baris matriks A ditukarkan dengan elemen elemen pada kolomnya . transpos matriks A biasanya dinotasikan dengan A’ atau AT.
        Determinan matriks
Determinan matriks berordo 2 x 2
A=     det (A)= =ad – bc.

                        Vektor
Sifat sifat vector
a.      +  =  +  ( sifat komutatif terhadap penjumlahan )
b.     + (  + ) = (  + ) +  ( sifat asosiatif terhadap penjumlahan )
c.      = k ( sifat komutatif terhadap perkalian)
d.    ) =(kl) (sifat asosiatif terhadap perkalian)
e.     = k  + l


4.KELEBIHAN BUKU
 Buku ini memiliki banyak pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan soal matematika tingkat SD,SMP, dan  SMA.

5.KEKURANGAN BUKU
Agak sulit dimengerti karena memiliki banyak rumusnya.

6.MANFAAT BUKU
 Kita dapat dengan mudah mempelajari matematika dan mengetahui rumus rumus apa saja yang ada di matematika .

7.USIA MEMBACA BUKU
Mulai dari SD, SMP , SMA.

8.PENDAPAT RESENTATOR
Menurut kami buku ini sangat bermanfaat bagi kita , karena dapat dengan mudah mengetahui rumus rumus dan mudah mengerjakan soal.