Sabtu, 15 Agustus 2020

novel pribadi

 

Maju Mundur

Setiap Langkah

SATU

            Saya adalah putri tunggal dari Colonel Lucky . Nasution , nama saya yaitu Putri Alianor Junior Nasution . Saya akrab dipanggil Junior , tetapi kalau ayah saya  selalu memanggil saya dengan sebutan Putri  . Ayah saya adalah sosok yang tegas dalam mengambil tindakan atau keputusan , tapi kalau berhadapan dengan saya hati nya langsung luluh .

 

Sinar sang mentari mulai memancarkan sinarnya

Kicauan burung di pagi hari membuat saya terbangun dari tidurnya tak sadar jam sudah menunjukkan Pukul 06.30 Wib “ OMG”!!!  “ telat lagiiiii ” teriak saya , lalu bergegaslah saya untuk bersiap–siap pergi ke sekolah. Tanpa menunggu lama saya sudah siap untuk pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah

Saya celangak – celinguk mencari 3 sahabat saya . biasannya saya dan mereka makan di meja nomor 5. Ntah kenapa sekarang meja tersebut ditempati orang lain ???  Kemana mereka ?? Tiba-tiba handphone saya bergetar . Dilayar tertulis 1 pesan diterima . Cepat - cepat saya membuka pesan tersebut.

From: Clara

saya dan teman-teman ada di meja nomor 17. Meja paling pojok sebelah selatan

saya mengarah kan pandangan saya ke meja nomor 17 dan ternyata ke 3 sahabat saya sudah nongkrong di sana. Sebelum saya menghampiri mereka, saya memesan makanan terlebih dahulu . ” Bu saya pesan nasi campur seperti biasannya, minum nya jus mangga , terus nanti makan nya di antar ke meja nomor 17 ya ! ‘ meskipun saya anak orang kaya tapi makan aneka kesukaan saya tetaplah nasi campur . setelah itu saya mendatangi meja nomor 17 dimana ada sahabat saya .

sahabat saya ada tiga yaitu yang pertama namanya Clara , kedua Gita , dan yang ke tiga itu namanya eeee eeee siapa ya , oh Vania .”hai guays apa kabar ? “ tanyaku . Dengan serentak mereka menjawab “oh baik Aleanor sini duduk “ ya sahabat saya memanggil saya dengan sebutan Aleanor , pesanan saya datang dan kami memakan pesanan kami yang dari tadi mereka telah memesan makanannya.

            Teng teng teng …  bunyi  bel tanda masuk kelas , dan kami segera menuju ke ruangan kelas . sesampainya di kelas gurunya telah menunggu di dalam kelas . dan peruses pembelajaran dimulai , hingga akhir pelajaran dan semua murud menunggu suatu music dan music tersebut ialah bel , dan akhirnya bel berbunyi teng teng teng , pelajaran selesai …

            Saya pulang sendiri karena ketiga sahabat saya kerja kelompok , saya bukan langsung pulang ke rumah melainkan pergi ke toko sepatu . yaitu toko sepati langganan saya . Saya memasuki toko    ,saya memperhatikan deretan sepatu di hadapan saya . Sangat manis dan menggugah selera . saya melihat dengan seksama model model flat shoes yang membuat saya  makin tergiur . Padahal sudah berpuluh sepatu yang saya koleksi untuk memadukan dengan setiap baju yang di beli . mata saya  makin mengawasi dengan jeli , melihat semua sepatu flat warna unguyang menjadi candu . Ketika saya akan menggambil sepatu itu , ternyata tangan seorang cowok mendahului saya dengan cepat . Saya terbengong . “ cowok ini kasar kali “ saya mengerutu sendiri . “ maaf , itu sudah mau kuambil “. Saya meminta sepatu itu  .

“ tapi aku yang mengambil duluan .” cowok itu tak mau kalah. Saya sebel bukan main , apalagi itu model terbaru Flat Geearsy yang selalu saya tunggu . Dengan warna ungu yang makin membuat saya harus memilikinya .

“kamu mengambilnya setelah saya pegang . sini berikan kepada saya !” saya berusaha merebut . Tapi cowok itu tetap tak mau kalah untuk mempertahankannya . “ kamu kan cowok kenapa tidak mencoba mengalah sedikit dengan cewek sih?” gerutuku kesal .” lagi pula buat apa kamu beli sepatu cewek ,” cibir ku . Cowok itu bukannya menjawab , malah menatapku dengan tajam .

“bukan urusanmu “ jawabnya dengan ketus .

Perdebatan kami untuk mendapatkan sepatu itu membuat karyawan turun tangan untuk memisahkan . mereka mencoba melerai dan member pilihan . Namun sayang , saya dan cowok itu sama sama menolak . Karena yang kami inginkan sepatu itu dan ternyata stoknya tinggal satu dengan ukuran yang sama yang ingin kami beli . Jadi tak mungkin diganti .

            Saya dengan muka ditekuk , mencoba mengikhlaskan sepatu flat  itu untuk cowok yang menyebalkan yang tak mau mengalah . Saya pulanh dengan tangan kosong tanpa membeli apa pun , karena saya masih mengharapkan sepatu itu.

“Aaaaaaaa!!” teriak saya sendiri . saya meninggalkan toko  dengan kecewa . saya bersumpah tak akan melupakan cowok brengsek yang tak punya hati , yang tak mau mengalah dengan cewek . saya kini melangkah untuk pulang ke rumah . saya ingin merilekskan sebentar pikiran saya yang masih panas .

            Sesampainya di rumah saya tak mengindahkan panggilan ayah. saya langsung begitu saya masuk kamar . “putri, di panggil kok  ngeloyor sih ?” ayah mengingatkanku . “saya lagi kesal yah, nanti aja kalau udah adem “ saya tak menghiraukan ayah . Ayah mengalah membiarkan saya mendinginkan otak , kalau dia mengganggu malah bisa dapat samburan pedas yang berujung adu mulut tak terelakkan .

Ketika jam makan malam , saya baru keluar dari kamar . suara perut yang tak mau berkompromi membuatku harus keluar demi sesuap nasi . Rasa marah ternyata membuat kelaparan juga . “kenapa put “ tanya ayah . ayah mendekatiku . saya mengangkat bahu . Saya duduk di ruang tengah menunggu panggilan bibi Atan untuk makan malam bersama . Ayah masih berusaha membujuk dan ayah tau saya tak akan betah menyembunyikan madalah dari dia. (benar saja , lima menit kemudian insiden sepatu itu meluncur begitu saja dari bibir mungil ku . saya menceritakan semua detail kejadian yang saya lalui) .

Rencana awal saat ke toko untuk hunting sepatu gagal total karena ualah cowok sebleng yang merusak mood saya . Saya pulang tanpa membawa apa apa kecuali kecewa berkepanjangan . Ayah malah tertawa terbahak bahak membuat saya bingung . “ih ! apa yang lucu coba yah , Putri sebel tahu ,” saya protes . “ nak Putri , gara gara masalah itu uring uringan seharian ? lucu tahu , apalagi kalian cowok cewek bersitegang  karena sepatu ,” ayah kembali terbahak . Namun , langsung dihentikannya ketika wajah saya semakin lusuh.

“ sudah ikhlas kan saja , nanti juga dapat gantinya .”

Obrolan itu terhenti ketika bibi Atan memanggil untuk makan malam , saya dan ayah segera berbaur menuju ruang makan . “Hmmm , baunya sedap kaliiii .” saya mencium aroma masakan bibi Atan . setelah berdoa segera saya melahap makan malam  . malam itu , rasa kecewa saya melebur dengan tawa renyah dari ayah , bibi Atan dan pak Herman serta pak Asep. Setelah makan saya pergi ke kamar mengambil buku dan mengerjakan tugas di ruanggan tengah.

Setelah selesai belajar saya beranjak untuk tidur .... “ hari yang melelahkan “ ,”berkati aku mala mini ya Tuhan “ saya langsung tidurrr.    Zzzzzzz Zzzzzzzz

***

Saya terbangun dari tidur saya “ eh udah jam 06:04 , telat bangun  ah ngak papa lah lagian hari ini kan adalah hari Minggu “ ku buka jendela kamar ku dan menatap ke luar , melihat embun bergerak ke atas seperti menjauhi saya . dan saya melihat matahari tersenyum kepada saya dan dengan sinarnya yang hangat menembus embun yang jalan ke atas . “ selamat pagi duniaaaaaa , hari ini sungguh sangat cerah “ saya merasakan hembusan angin yang menusuk tulangku dan semua itu terkalahkan oleh sinarnya matahari yang begitu nyaman dan hangat . “ selamat pagi Putri “ sapa ayah mengejutkan ku saat aku menikmati udara pagi . “ eh ayah selamat pagi juga , maaf saya telat bangun “ saut ku .

“Putri kenapa lama bangun pagi ?” tanya ayah .

“ hehehe semalam Putri begadang yah , baca buku yah .” jawabku

“oh lain kali jangan lagi kayak gitu ya Putri harus jaga kesehatan . udah ya sekarang Putri bersihkan kamar ini , setelah itu mandi ,terus sarapan ya “. Kata ayah .

“ ia yah segera “ dan aku melaksanakan apa yang di perintahkan ayah . Setelah itu aku ke meja makan untuk sarapan dan ayah saya telah menunggu saya , dan bibi Atan telah menghidangkan makanan . Dan ayah memanggil saya “ Putri sini ayo sarapan “ .

“ ia yah ” jawabku dan menuju meja makan

Setelah saya sampai di meja makan , saya dipersilahkan bibi Atan untuk duduk “ ayo Putri duduk “ . “ ia bi Atan makasi ya” jawab ku  , dan bibi Atan juga ikut duduk , dan bagi saya bibi Atan itu sudah saya anggap seperti ibu bagi saya. Dan pak Asep juga ikut duduk , pak Asep adalah tukang kebun ,. Juga pak Herman ikut duduk , pak Herman yaitu satpam di rumah kami . dan yang duduk sekarang di meja makan sudah kami anggap keluarga .  Kami memulai makan , sebelum makan kami tidak lupa untuk berdoa selalu.

Setelah sarapan ayah pergi ke rumah salah satu warga.  Ayah saya selalu menyuruh saya berdiam di rumah.

 “Putri di rumah saja ya !! ” , tetapi saya selalu membangkang 

“ngak mau yah Junior tetap ikut “ tegasku .

” Ayah bilang Putri dirumah saja ngak usah ikut   tegas ayah ulang . Tetapi saya tetap berisikeras , dan ayah mengijinkan saya ikut . Tapi ada syaratnya ,

 “nama panggilanmu tetap Putri jangan lagi Junior ya “ ayah pertegas memberi syarat . Karena nama Putri iyalah nama amanah dari ibu saya , ibu saya meninggal ketika saya dua hari di dunia ini . Ibu saya meninggal karena tertembak oleh musuh . Dan saya menurut saja ,

” ia yah Junior nurut eh Putri maksudnya hehehe ” saya menjawab .

 “ Setuju ya jangan ngingkar ”  kata ayah .” Ia yah sertuju ” Saya mengikuti ayah saya kemana pun dia pergi .  Saya dan ayah pergi bersama untuk bermusyawarah , kesalah satu tempat . Kami menulusuri sepanjang jalan , dan dijalan saya dan ayah bertemu dengan Dicky . “ hai , selamat pagi Junior ” Dia adalah sahabat saya , yang selalu menjalani hari bersama , Kedua orang tua kami saling kenal dan bersahabat dari kecil .  “ hai, selamat pagi juga “ balasku , “ selamat pagi paman” dia menyapa ayah ku . dan ayah ku menjawab “ pagi juga nak gimana kabarmu ?” , “ baik  paman ” Dicky menyaut . “ paman izin paman bisa bawa Junior jalan bentar boleh ?” dia bertanya , dan ayahku menjawab “ boleh tapi nanti kalian pulang jangan lama ya ” , tepat waktu !! ” , “ baik paman ”  dia menjawab . Kami berjalan ke arah timur dan ayah saya dan teman teman nya ke arah barat . “ jun kau mau tau ngak , orang tua kita kenapa bisa sahabat dari dulu ?” . Dia bertanya memulai membuka topic pembicaraan . Dan saya yang lagi asik  memandang pemandang yang begitu asri . Dan dia memukul pundak ku dengan pelan “ mau tau ngak ?” dia bertanya kembali . “ emang yang kau tanyakan apa , orang lagi asik memandang pemandangan , kau ganggu, ngak ada otak kau.”saya menyaut agak kesal karena terkejut pas dia memukul pundakku . “eh santuy aja lah , masak gitu aja pun langsung terkejut , cemen kali kau “ dia menjawab balik . ‘eh kau , kau bilang pula aku cemen , emang nya apakin tadi yang mau kau tanyakan , ayooo ...  apa kau masih ingat apa ngak  , coba kau ingat ingat lah kalau kau lupa “ saya Tanya balik . “ eh  kau ini kau pikir nya aku dah tua , tua tua amat gitu maka cepat kali aku lupa  , ngak juga kali  aku masih muda  dan sangat masih muda “ dia menjawab . dan saya saut lagi “ ia ia nte apa kin tadi yang kau tanya “ .” ya yang ku tanya yaitu , kau tau kenapa kedua orang tua kita bisa berteman hingga saat ini “ dia mengulagi pertanyaan  yang tadi . “oh itu tau, jawabannya simple aj seseorang yang memberi kepercayaan atau saling percaya ke pada sesama , pasti itu akan bertahan lama” saya menjawab . “kayak kita kan “ dia menjawab  .” kayak kita , kayak kita kau aja nya kayak nya ini,hehehe “. Saya jawab . “Kau ngak ngerasa selama ini ,ku kasih kepercayaan kepadamu yang lebih gitu”? dia Tanya

“ngak  dan ngak peduli aku “ ku jawab dengan singkat .

“oh jadi gitu ya, kok kau terlalu kali sama aku “ jawab nya .

“ ya kau tau kan aku kayak mana dari dulu semenjak aku putus bersama Ernala , ngak suka digodain atau pun pacaran , dah menjadi perinsipku dari dulu kan hingga sekarang ” kuperjelah .

( Ya setau saya Dicky dari dulu mau mengubah perinsipku , tapi aku selalu menghindar  ntah kapan dia berhasil)

“hmm ...  dari dulu memang kau selalu kayak gitu , tapi kau tau juga kan aku dari dulu berusaha mengubah perinsip kau “ kata nya .

“ ya ku tauuuu , dan tetap berusaha ya semoga berhasil ..” aku mencoba memberi harapan padanya .

Sebelum sampai di bukit Dicky nyayi , lagunya

Near - Karna Su Sayang Lirik

Chorus : Dian Sorowea

Biasa sa cinta satu sa pinta
jang terlalu mengekang rasa
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

jangan kau berulah
sa trakan mendua
cukup jaga hati biar tambah cinta
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

Rapp Near :

Dan ini semua tentang hati
Jadi coba pikir kembali
Janji tra mungkin sa ingkari
Karna alasan tra kabari

Kasih kau begitu curiga
Berubah kini ko berbeda
Ikat sa kuat atas nama cinta
Sa tra suka paksa itu masalahnya

Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Cinta dan resah itu pelengkapnya
Jang hanya datang dan tinggalkan lara
Sa tetap cinta walo tra bersuara

Biasa sa cinta coba ko pahami
Sa su bilang sayang jaga sap hati
Tra mendua sa berhenti mencari
Cukup ko dalam mimpi, kini dan nanti

Dian Sorowea :

Biasa sa cinta satu sa pinta
jang terlalu mengekang rasa
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

jangan kau berulah
sa trakan mendua
cukup jaga hati biar tambah cinta
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

Rapp oleh Near :

Bilang pada sa kalo rindu
Pasti sa ada jangan ragu
Tetapi bukannya begitu
Ko malah marah sampe lupa waktu

Tra balas sa pu pesan
Jujur sa sayang ko membingungkan
Sa cuma butuh sedikit sandaran
Ko pikir semua itu cuma jalan

Sa dekati selingkuhan
Dan coba renungkan kembali
Sap rasa tumbuh dan tra mati
Ko masih jadi kekasih

Jadi jang takut sa ke lain hati
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jaga hati biar sa makin cinta
Percaya rasa jang dengar cerita
Pegang sap janji sa tra coba berpindah


Dian Sorowea :

Biasa sa cinta satu sa pinta
jang terlalu mengekang rasa
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

jangan kau berulah sa trakan mendua
cukup jaga hati biar tambah cinta
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

Biasa sa cinta satu sa pinta
jang terlalu mengekang rasa
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

jangan kau berulah sa trakan mendua
cukup jaga hati biar tambah cinta
karna kalau sa su bilang
sa trakan berpindah karna su sayang

 

 

 

 

 

 

Biasa sa cinta satu sa pinta
Biasa ku cinta satu ku pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Jangan terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Jangan kau berulah sa trakan mendua
Jangan kau berulah ku takkan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Dan ini semua tentang hati
Dan ini semua tentang hati
Jadi coba pikir kembali
Jadi coba pikir kembali
Janji tra mungkin sa ingkari
Janji tak mungkin ku ingkari
Karna alasan tra kabari
Karna alasan tak kabari

Kasih kau begitu curiga
Kasih kau begitu curiga
Berubah kini ko berbeda
Berubah kini kau berbeda
Ikat sa kuat atas nama cinta
Ikat ku kuat atas nama cinta
Sa tra suka paksa itu masalahnya
Ku tak suka paksa itu masalahnya

Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Cinta dan resah itu pelengkapnya
Cinta dan resah itu pelengkapnya
Jang hanya datang dan tinggalkan lara
Jangan hanya datang dan tinggalkan lara
Sa tetap cinta walo tra bersuara
Ku tetap cinta walau tak bersuara

Biasa sa cinta coba ko pahami
Biasa ku cinta coba kau pahami
Sa su bilang sayang jaga sap hati
Ku sudah bilang sayang jaga hati ini
Tra mendua sa berhenti mencari
Tak mendua ku berhenti mencari
Cukup ko dalam mimpi, kini dan nanti
Cukup kau dalam mimpi, kini dan nanti

Biasa sa cinta satu sa pinta
Biasa ku cinta satu ku pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Jangan terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Jangan kau berulah sa trakan mendua
Jangan kau berulah ku takkan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Bilang pada sa kalo rindu
Bilang pada ku kalau rindu
Pasti sa ada jangan ragu
Pasti ku ada jangan ragu
Tetapi bukannya begitu
Tetapi bukannya begitu
Ko malah marah sampe lupa waktu
Kau malah marah sampai lupa waktu

Tra balas sa pu pesan
Tak balas ku punya pesan
Jujur sa sayang ko membingungkan
Jujur ku sayang kau membingungkan
Sa cuma butuh sedikit sandaran
Ku cuma butuh sedikit sandaran
Ko pikir semua itu cuma jalan
Kau pikir semua itu cuma jalan

Sa dekati selingkuhan
Ku dekati selingkuhan
Dan coba renungkan kembali
Dan coba renungkan kembali
Sap rasa tumbuh dan tra mati
Rasa ini tumbuh dan tak mati
Ko masih jadi kekasih
Kau masih jadi kekasih

Jadi jang takut sa ke lain hati
Jadi jangan takut ku ke lain hati
Biasa sa cinta satu sa pinta
Biasa ku cinta satu ku pinta
Jaga hati biar sa makin cinta
Jaga hati biar ku makin cinta
Percaya rasa jang dengar cerita
Percaya rasa jangan dengar cerita
Pegang sap janji sa tra coba berpindah
Pegang janji ini ku tak coba berpindah

Biasa sa cinta satu sa pinta
Biasa ku cinta satu ku pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Jangan terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Jangan kau berulah sa trakan mendua
Jangan kau berulah ku takkan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Biasa sa cinta satu sa pinta
Biasa ku cinta satu ku pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Jangan terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

Jangan kau berulah sa trakan mendua
Jangan kau berulah ku takkan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Karna kalau ku sudah bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Ku takkan berpindah karna sudah sayang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DUA

            Setelah saya sampai di bukit yang sangat indah , dertttt .... derttt ... derttt ... hp di sakuku berdering  , kuambil hp yang di sakuku ,terus ku nengok ternyata ayah saya yang menelpon

“ halo .. ya yah , ada apa ?

“ halo Putri kamu dimana nak , kan bisa nya kamu datang ke kantor ayah, mupung ngak ada kerjaan , bisa kan ayah tunggu ni di kantor “

“ i ..i..i ia yah saya  bisa”

‘ eh .. kok jawab nya berat ? kenapa Putri ? “

“ oh.. ngak papa yah , ini yah Dicky bersamaku “

“ oh.. jika dah siap kerjaan kalian datang ya ke kantor ayah”

“ia ayah saya akan datang tepat waktu kok”

“ ya cepat ya Putri..” ayah pertegas

“ ia.. yah “ jawabku dengan singkat .

( sambugan hp pun terputus tutt .. .tuttt ..... ) “ Dicky....... aku pulang ya.....” teriakku kepada Dicky yang jauh disana  . “ kenapaa..... ? “ teriak  Dicky ulang . “ ayah ku nelpon suruhnya pulang ke kantor katanya “ jawabku . “ oh.. ngak papa nya kau sendiri?” tanyaknya “ oh.... ngak papa kok biasanya pun aku sendirinya “ jawabku . “ jadi yang kau anggap aku apa , selama ini selalu bersamamu ?” tanyak nya ulang .” oh.. kau , ya sahabatku, udah ya saya pergi dulu nanti kelamaan rasa ayah ku nunggu saya , nanti kena marah pula aku “ jawabku .

“ emangnya kau pernah dimarahi oleh ayahmu ?” tanyaknya .”oh ngak pernah sih mana tau nanti , ntah tiba tiba nanti dia marah padaku , aku harus siap mental lah” ku pertegas .” ok.. pulang lah kau hati hati ya, titip salam ke ayah ya”

“ ok aku pulang ya” ku bilang dengan bergegas untuk pulang dengan terburu buru .

Sesampai di kantor , hatiku dek dek kan . mau dibuka atau tidak , hati ku makin dek dek kan dan semakin dek dek dekkan , aku bingung, ku buka pintu dengan perlahan  takutnya ayah dah marah karena terlalu lama lama aku . setelah pintu terbuka sedikit , saya melihat seorang pria yang tampan , putih, tinggi pokoknya perfeck lah jadi cowok idaman semua para wanita dan dia begitu  ngak asing lagi bagi saya . tapi saya lupa -  lupa ingat , siapa dia ya , siapa dia kucoba -  coba mengigatnya tapi masih lupa siapa dia? Semua pertanyaan itu tertera dalam benakku , dan terhampas begitu saja ketika ku mulai mendekati pintu dan bergegas untuk masuk .Dengan rasa gugup atau tidak pede ,bergetar, berani tidak berani harus masuk ke dalam . Dengan wajah yang agak pucat, ku telusuri ruanga tersebut dan ternyata dibalik pintu tersebut banyak teman -  teman ayah disitu . Dan ayah memanggilku “ Putri sini “

“ Ia yah saya datang “ .jawabku dengan singkat .

Ayah saya memperkenalkan saya kepada teman teman nya ,

            Saya terbelalak , saya ingat betul cowok brengsek yang berada di depan saya ini . Salah apa saya kenapa harus melihatnya lagi . “ Kenalkan Putri , dia ini disainer sepatu kenalan ayah , keren kan masih muda udah berkarya , dan karyanya keren keren lho !” saya melongo saat ayah memperkenalkan . “ paling dikoleksi sepatu Putri ada juga yang buatan tangan darinya “ kata ayah . saya hanya diam mendengar penjelasan ayah tentang cowok bernama Benediktus . Disainer ? lalu kenapa dia kemaren harus berebut sepatu dengan dia ? tak masuk akal . saya bergelut dengan pikiran saya sendiri . “Disainer ayah bilang ? dia ni yang buat Putri bad mood .” putrid bapak ?” Benediktus buka suara . “ dia tipe keras kepala ,” ucap Benediktus pedas  .

“ apa? Kamu itu cowok keras kepala , tak punya hati untuk sesame , egois !” saya meladeni .

Ayah yang kini binggung , melihat kami yang di depanya salingadu mulut dengan ego masing masing . “ Bentar bentar  mungkin ada kesalah pahaman di sini “ ayah menengahi . ayah menatap saya dan Benediktus bergantian . ayah harus mendamaikan anjing dan kucing ini .

 

***

 

            Saya kaget ketika memasuki Putra Shop , semua karyawan umin hormat dengan takdim . saya baru tahu bahwa Putra Shop itu milik Benediktus . toko sepatu yang kemaren saya datangi ,  bahkan sering saya datangi . Dan saya tidak tahu bahwa cowok yang bertengkar mulut dengannya kemaren dan tadi pagi adalah pemilik sepatu ini . Saya bertengkar dengan pemilik dan pembuat sepatu yang sering saya beli selalu . Hebat banget , masih kuliah sudah punya usaha . Malu ! itu perasaan yang kini bertengkar di hati saya . mau ditaruh kemana muka saya sekarang  . Apalagi saat ini semua mata tertuju padanya . Seharusnya tadi saya menolak untuk diajak ke sini . “ yah , kenapa ayah ngak bilang ?” saya berbisik dengan ayah dan bertanya . “ Putri kan tidak tanya “ ayah membela . Kami berjalan di belakang Benediktus yang mengantarkan kami pada setoap inci toko ini . “kenapa kemaren tidak bilang bahwa ... “ ucapan saya tanggung . “ Ini toko milik saya begitu ?” Benediktus menatap saya dengan tajam . Saya mengangguk lemah . Benediktus kembali diam , tak menjelaskan apa pun tentang kepemilikan toko ini . saya merasa , kalau dari saya diberi tahu , pasti kesalahpahaman ini tidak berujung panjang .Di sini saya seperti mau di adili .

 

***

 

            “ Dasar cowok aneh !” saya kembali menggerutu . Karena saya tidak tahu jalan pikiran Benediktus . Benediktus sendiri sekarang dianggurkan . Ayah dan Benediktus asyik berbincang entah apa yang tidak saya pahami . Saya perlahan mencoba menjauh dan memilih area lain untuk mencoba melihat pemandangan lain , dari pada menguntit mereka tanpa ada penjelasan . Namun , baru beberap langkah saya ingin kabur , Benediktus menangkap basah saya , hinggga membuat saya harus menghentikan langkah .  “ Mau kemana kamu ?”ledek Benediktus .

            Cowok ino sungguh , mentang mentang kaya , melakukan semaunya . Kenapa saya harus dihukum , dipermalukan ? Saya kan tidak salah , saya tidak tahu jati diri Benediktus sebelumnya ,Curang! Kami telah sampai di ruang kantor Benediktus . Kami dipersilahkan masuk . Ruangan itu sangat luas dan penuh sepatu indah . Mata saya berbinar . Saya melihat dengan takjub . “ semua buat kamu , Put “ Benediktus ucab datar , membuat saya makin tak mengerti maksud Benediktus . Kini kami beradu pandang , saya baru menyadari pesona wajah dan tatapan elang yang selalu menusuk dalam . Menatap saya dengan penuh sayang . Kejutan besar yang membuat saya makin terperangah ketika semua ternyata sudah Benediktus rekayasa dengan ayah yang sudah tahu bahwa Benediktus sudah jatuh cinta dengan saya sejak saya menjadi pelanggan tetap Putra Shop . tapi saya memperhatikan senyumannya dan senyumannya seperti dekat dengan saya

dan tak lama kemudian pemuda tersebut bertanya kepada saya “ anda masih mengingat saya ?” . ‘ ngak anda siapa kin , aku lupa lupa ingat “ ku tanya balik dengan raut wajah binggung dan dengan perkataan yang agak judes .

“ pak minta izin boleh kah Putrinya saya bawa jalan sebentar ?” pemuda itu meminta izin kepada ayah saya . Dan ayah saya langsung memberikannya izin, sepertinya ayah saya kenal baik dengan pemuda tersebut dan begitu sangat  percaya ,bahwa pria tersebut bisa menjaga saya.Dan saya merasa aneh , sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi tanpa sepengetahuanku .

“ yok Putri kita pergi “ ajaknya .  mau ngak mau aku nurut aja dengan raut wajah binggung dan cemberut karena ayah mengijinkan saya pergi sama orang yang belum saya kenal . ‘ da yah saya pergi dulu “ tuturku minta ijin pergi . “ eh umin ayah kok cemberut sih , dan mukanya seperti orang kebinggungan aja , kenapa nak?” tanya ayah . “ eh ngak papa yah , ngak papa kok, Putri ngak papa kok ”. Dengan sedikit senyuman manis saya menjawab pertanyaan ayah . “ apa Putri ngak nyaman jalan sama Benediktus ?” ayah tanya balik . “ ngak nya yah nyaman nya umin baru sampai kok di suruh lagi keluar, tapi ngak papa lah demi ayah ,apa sih ngak umin yah” jawabku . “ ini baru Putri ayah , selalu ceria dan mudah tersenyum, udah yok pigi sana sama Benediktus nanti dia kelamaan nunggu “ .

“ ia yah saya pergi dulu ya” tuturku . “ ia kalian hati hati ya , nurut sama Benediktus ya , jangan membangkang ,ingat itu ya “ ayah beri peringatan kepada saya , dan saya membungkukan kepala saya tanda saya akan nurut , dan bergegas mendekati Benediktus  . Dan kami berjalan ke luar dengan bersamaan , dan langkah kami sama bergerak atau serentak , dan dalam hayalan saya Benediktus itu mirip dengan Ernala , setau ku Ernala dah pergi ke Australia bersama keluarganya , tapi kok ada ya yang semirip itu atau...? memang dia . Semua pertanyaan muncul di benakku karena nama nya Benediktus  , ntah lah siapa dia apa peduliku  , aku mencoba menenangkan pikiranku yang penuh dengan dua nama , tapi orangnya kok agak mirip gitu. Ku coba menarik napas , agar bisa menengkan otakku yang penuh dengan pertanyaan yang membinggungkan.

“ anda kenapa ?” dia tanya padaku . (ih .... orang ini masak ngak tau bahwa kita lagi binggung jalan sama siapa , ntah siapa lah dia ,perkenalan pun ngak) . “oh... aku ngak papa kok ,” jawabku dengan singkat . ‘ tapi kok mukanya kayak orang kebinggungan gitu” tuturnya . (tau nya muka kita lagi binggung , kok ngak perkenalan dululah , biar agak nyaman gitu jalan . “Emang muka saya lagi bimbang, kayak gilah muka saya “. Tegasku . “ kok bimbang emangnya kenapa , apa yang menjenggkelkan “ tanya nya . “ ya ia lah aku bimbang jalan ntah sama siapa,  ngak kita kenal , dan mukanya mirip pula sama Ernala “ tuturku  . “emangnya Ernala itu siapa mu ?” tanyanya dengan senyuman tipis di wajahnya , dan saya memandang wajahnya ,memang persis kali sama wajah dan senyumnya Ernala , tapi ngak mungkin dia kan dah pergi ke Australia bersama keluarganya , dalam benakku memikirkan Ernala . “ eh kok ngelamun ?” tanyanya . “ oh ngak papa kok “ jawabku dengan singkat , dan tak terasa kami sampai di sebuah tempat makan ,dan saya langsung memesan makanan. Dan dia pun memesan makanan. Dia yang duluan  memulai pembicaraan.” Ernala itu siapa bagi anda ?” tanyanya .

“ oh dia , ya umin teman aja “ saya ngomong gitu takut salah omong nantinya .

“ apa anda ngak ngerasa saya itu mirip dengan Ernala ?” tanya nya lagi . Dan di benak saya , anak ini sok kepedean kali .” emangnya Ernala itu siapamu kembaranmu gitu ?” tanya ku lagi , ya aku orangnya judes kali terhadap orang yang baru saya kenal . Dan dia berkata padaku “ kamu ngak nayak siapa nama lengkap saya “ .

“ ohhh ia nama kau sebenarnya siapa ? “ tanyaku .

“ ya namaku Benediktus , dan nama panjang saya adalah Ernala Benediktus Putra “  katanya padaku . Dan saya sempat sok , dan tak tau lagi arah . ‘ terus kau ngapain kesini bukannya kau dah pergi ke Australia ?” tanyaku lagi .

Dan dia mulai cerita dengan serius . dan sangking seriusnya , aku pun ikut serius jadinya .

Semua di ceritakan nya kepada saya mengapa dia harus pergi ke Australia “ saya pergi ke Australia karena sebua panggilan pertiwi menjadi itilegen Negara , sebagai agen alpa yaitu agen rahasia” . Dan dia juga menceritakannya mengapa saya bisa amnesia...

TIGA

            Saya merasa sedih dulu teryata saya pernah kecelakaan , ditabrak mobil karena salah paham  dengan Benekdiktus , kecelakaaanya cukup parah tapi terbenturnya adalah kepala mengakibatkan saya amnesia  ,. Dan sahabat saya yang bernama Brevi , yang mengasut saya .bahwa Benediktus tersebut selingkuh dari saya . dan teryata Brevi menyukai Benediktus , dan Brevi mencuci otak saya dengan cerita yang dikarang karangnya  . Dan aku begitu percaya padanya karena aku berpikir sahabat ngak mungkin berhianat kepada sahabat ,yang saya tau sahabat selalu setia kepada sahabatnya  ,dan dari situ saya baru tau bahwa teman masih punya teman , mungkin dia lebih akrab denganya teman nya yang satu dari pada saya . Dan mungkin saya yang hanya menganggab Brevi sahabat dan dia tidak .Dan memang salah memilih sahabat sepertinya !   . Semua  kuingat ingat yang di ceritakan Benediktus kepada saya dan ternyata Benediktus tersebut adalah Ernala , saya meratapi hidup saya di sebuah ruangan dimana saya selalu singah dan dan menulis tentang sahabat , ruangan  yang penuh dengan gambar atau foto foto tentang persahabatan dengan Brevi . dan saya sangat terpukul dan menyalahkan diri saya sendiri ,”kenapa.., ? kenapa .. ?kenapa...? dan kenapaaaaaaa ....  aku dulu tak mendengarkan Benediktus... “ saya bertanya pada diriku sendiri . Air mata begitu deras mengalir dari mata saya , dan saya coba untuk menenangkan pikiran , dengan perlahan  ku usap pipiku dengan tangan ku , dan saya mulai sadar ,mulai berhenti untuk menangis  , dan ketika itu aku mengingat perkataan Benediktus yang lebih akrabnya ku panggil dengan nama Ernala , yang dulu dulu m,asih melekat di benakku yaitu “ jangan terlalu larut dalam kesedihan , dan untuk melawan kesedihan  cobalah untuk berdoa  kepada Tuhan Yang Maha Esa  , supaya tenang “ itulah kata kata Ernala yang ku ingat , jika saya sedang sedih . Dan saya mulai berdoa ,memohon kepada Tuhan agar Dia memberkati aku , dan segala perkara supaya ikut turut campur Tuhan Yang Maha Esa . Dan setelah do’a  saya merasa tenang , setelah tenang saya berbaring di tempat tidur dan tidur .

Tok ...  tok ... .. tok...  tok...  saya mendengar suara ketukan pintu , dan suara memanggil  , “Put .. Put ..  buka pintunya , ayo nak buka  pintunya “ . saya membuka mataku yang agak bengkang kalau diperhatikan dengan teliti , kalau sepintas ngak Nampak karena mata saya sipit . Saya berjalan menuju pintu dan mulai  membuka kan pintu . “ iya yah kenapa?” saya tanya dengan mata masih sayu masih dari jam 2 siang kamu pulang langsung ke kamar , dan sampai sekarang ngak keluar keluar dah jam berapa sekarang , jam 7 malam “ tutur ayah dengan khawatir , yang memikirkan saya dari tadi ngak keluar kamar menurut laporan oleh si Bibi .” oh umin ngak papa kok yah , umin  kecapeaan tadi yah . Karena jalan jalan sepanjang hari tadi , maaf ya yah buat ayah dah khawatir terhadap sikap Putri “ jawab ku , masa ngak khawatir orang tua kalau bisanya anak nya ngak tahan ngurung diri di kamar kecuali pas tidur malam saja , dan jika belajar pun ngak mau di kamar selalu nya di meja ruang tamu , kalau ngak disitu ya di ruang keluarga  . masa ayah ngak khawatir . terlintas dalam benakku . “ udah yok  makan malam kita “ ajak ayah , dan kami berjalan menuju meja makan , dan ternyata di meja makan sudah banyak orang  dari jauh ku memandang  . “ yah itu kok banyak orang , kenapa ? ada acara yah ? acara apa yah , kok ayah ngak bilang bilang sih , ah .... ayah curang ngak bilang bilang bahwa ada acara mmmm yah .. “ muka ku agak cemberut menunjukkan aku agak dikit kesal sama ayah .

“ tenang dulu satu satu , kan ngak bisa ayah jawab dengan pertanyaan bertubi tubi . coba tenang dulu satu satu ya ,  mereka datang dari tadi  , karena mereka tau tentang Putri  dari si Benediktus . Dan mereka adalah keluarga dari Benediktus dan keluarga dari Dicky .” kata ayah . “ terus mereka ngapain ke sini yah “ ku tanya ayah kembali.

“Ber silahturahmi dengan kita , supaya kita semakin akrab dan begitu pula sebaliknya “ kata ayah.

“ oooohhhhh kirain ada yang terjadi !.. ku berkata dengan maksud paham , dan sepertinya ada yang terjadi kerena filinggku ngak enak itulah yang terdapat dalam pikiranku tapi ngak ku hiraukan  . “ ayo cuci muka dulu Putri , baru datang ke meja makan supaya kita semua makan “ kata ayah . “ iya yah ntar “ saya saut .  “ cepat ya Putri jangan lama “ kata ayah . “ iya”  bergegas menjalankan apa yang di katakana ayah.

Saya menuju kamar mandi  , dan ayah saya menuju meja makan . Dan setelah saya dari kamar mandi saya menuju meja makan , dan saya melihat banyak makanan yang terhidang di meja makan . Dan saya langsung tergiur melihat semua makanan tersebut , ingin menyantap semua makanan yang terhidang tetapi karena saya teringat bahwa di meja makan banyak orang , saya langsung menjaga images ku , dan saya duduk di sebelah ayah . Dan makanan di hidangkan ke piring masing masing oleh si bibi , bibi Atan namanya . dan sebelum makan saya yang memimpin doa . Setelah doa kami memulai makan , semua orang makan dengan elegan , tidak ada suara apa pun , yang terdengar adalah suara sendok yang terkena piring hanya itu saja . Setelah siap makan ,semua orang pergi  duduk di ruang tamu , kecuali saya . Saya membantu bibi Atan membersihkan meja , mengangkat semua piring ke dapur dan mencucinya , juga membuat jus untuk semua orang . Bibi atan yang menghidangkannya ke depan tepatnya di ruang tamu . Dan saya ke kamar untuk ganti pakaian karena baju saya basah pas membersihkan meja dan saat membantu bibi Atan mencuci piring . Di ruang tamu semua orang berbincang bincang  , segala hal yang dibincangkan .

            Setelah itu ibunya Benediktus , yang akrab dipanggil dengan bu Friska bertanya kepada ayah saya , “ maaf pak Lucky , anaknya kok ngak datang ya , apa anaknya ngak suka banyak orang “ .

“ eh ngak bu Friska sebentar lagi dia datang nya ,” jawab ayah ku , dan saya keluar dari kamar dan turun ke bawah  , berjalan melewati tangga anak tangganya berjumlah 78 anak tangga . “ oh itu dia dah datang “ saut ayahku ketika melihat saya menelusuri anak buah tangga tersebut . Ketika sampai di ruang tamu saya dipersilahkan duduk , dan saya selalu duduk di sebelah ayah , Dicky dan Benediktus duduk bersebelahan , ayah dan ibu Benediktus duduk di sofa yang lain , begitu juga dengan ayah dan ibu dari Dicky mereka duduk di sofa yang satu lagi . saya memang selalu dekat ayah karena saya anak satu satu nya ngak ada yang lain , dan ayah saya ngak mau lagi menikah karena ayah saya begitu setia kepada  ibu saya ngak mau berhianat itulah janji suci mereka berdua sebelum menikah . Itu lah ayah saya , lelaki yang ngak pernah melukai hati putrinya . “ putrinya cantik ya pak Lucky mirip ibunya “ kata ibu nya Dicky memuji saya , yang akrab di panggil bu Rani . “ oh ia lah bu Rani cantik lah ,anaknya siapa dulu lah, ayah nya pak Lucky gitu lo hehehe ”  jawab ayah saya dan melihat saya dengan senyuman manis, saya juga tersenyum manis “ makasi tante ” kataku mendengar pujian dari bu Rani dan bu Rani juga tersenyum  .

            “oh ia pak Putrinya sekolah dimana ?.” Tanya bu Friska . “oh Putriii , dia sekolah di SMA N Bandung bu Friska “ kata ayah ku .” emangnya ada apa, bu?” ayahku Tanya balik .

“ ini adiknya Benediktus pengen sekolah sama Putri , biar di sekolah Putri bisa jaga si Hernawaty “ . Kata bu Friska “ emangnya di sekolah sebelumnya Hernawaty kenapa ?” Tanya ayah saya , “ oh   … berhubung kami pidah dari Jakarta ya dia harus pindah sekolah juga.” Jawab bu Friska . “ oh ia berhubung ini sudah menunjukkan jam 10:00 malam kita pulang yok” kata bu Rani . “ oooo ia kami pamit dulu yaaa “ kata bu Friska mewakili semua orang . ( ok semua orang sudah pulang , saya langsung bergegas tidur , besok sekolah ). “Selamat malam yah “ kata saya sambil lari menuju kamar . “ malam juga Putri , mimpi indah ya” saut ayah saya .” ia yah , ayah juga ya “. Saut saya lagi . “ ia” jawab ayah saya singkat .

 

***

            CERITA LAIN DARI DEVANO

29 oktober 2002, aku di interogasi oleh agen intelegent Negara, untuk membantu memecahkan kasus terorisme. Sebenarnya ini bukanlah tindakan meminta bantuan, ini adalah penyiksaan. Mereka meminta informasi dari ku dengan cara kekerasan. “Baik lah bocah ingusan apa saja yang sudah kau ketahui?”. Dia duduk di kursi lipat dengan seorang penjaga di belakangnya, dan dia menatapku dengan tajam. Aku mengulurkan tangan kananku untuk memperkenalkan diriku. Tetapi tampaknya dia kesal karena dia tak mau membuang buang waktu.”Dengar nak kami tau kau siapa, kau hanya seorang anak yang berumur 17 tahun yang hanya mendapat ijasah SD”.”Dilihat dari penampilanmu yg berantakan, tampaknya kau anak yang suka menyusahkan orang tua”. Wanita berbicara seolah olah dia tau segalanya.”Bu tidak sopan jika ingin berkenalan dengan orang-orang, tanpa menjabat tangannya, dan tidak sopan juga kalau kau menilai seseorang dari luarnya saja” perkataanku membuat wanita itu semakin kesal.”Dan satu lagi,kau tak tau apa-apa soal menilai seseorang”. Wanita itu memukul meja dan dia berteriak “Hey nak… Ibu Megawati sudah mendesak kami agar kasus ini secepatnya diselesaikan, dan aku ingin bertemu dengan anak anak ku secepatnya. Beri tahu kami apa saja yang kau ketahui maka kami akan melepaskanmu dan tidak melukai teman-temanmu”.”Bu aku hanya ingin berjabat tangan dan akan ku beri tau apa yang ku ketahui”. Wanita itu akhirnya memberikan tangan nya , “ Hai aku Devano ” dan ibu itu membalas “Baiklah Bryan ,aku adalah agent Rose 04, sekarang beritahu kami apa yang sudah kau ketahui. 

“Jadi setelah berjabat tangan tadi, sekarang aku tau dirimu siapa. Kau adalah agent Negara specialist mata-mata. Dilihat dari bekas krayon pada lehermu, tampaknya kau baru baru ini menyamar sebagai guru TK. Dan ada bekas cincin di jari manismu, tampaknya kau adalah seorang single mom”.

Wanita itu terkejut setelah mendengarkan yang kukatakan, sebenarnya aku tahu nama aslinya. Aku tidak sengaja melihat kartu nama pada kantung bajunya, namanya adalah Selly Susanti. Jika aku memberi tahu bahwa aku mengetahui terlalu banyak maka mereka akan membunuhku karena mengetahui rahasia Negara.”Bagaimana bisa kau mengetahui semua itu?”. “Sudah kukatakan kau tidak mengetahui cara menilai seseorang dari penampilan”. “Aku cukup terkesan melihat anak SD mengetahui siapa diriku, tetapi sayang kau tetap tidak bisa mengetahui siapa nama ku yang sebenarnya ”. Dia masih tetap berbicara dengan sombongnya. “Hahahhaha… Maafkan aku terkadang sulit menebak nama seseorang” aku membalas dengan candaan agar aku tidak masuk kedalam masalah yang lebih besar. “baiklah aku akan mulai pada 9 oktober 2002”.

9 oktober 2002 pagi hari jam 05:00 aku membangunkan adikku agar dia bersiap siap pergi ke sekolah. Adikku bernama Randy dia kelas 2 SMA di SMA Kuta Pura. “CUKUP!!! Kami tidak perlu basa basi mu, langsung ke intinya saja, jangan membuang-buang waktu lagi!” wanita itu memotong cerita ku dengan nada yang tinggi. “Bu akan kuberitahu mulai dari hal yang mendasar, Ibu diam saja dan dengar kan dengan baik. Baik lah sampai dimana tadi ...? OH adikku”. Jadi setiap hari aku menemani adikku pergi ke sekolah. Kami selalu melewati pantai kuta sewaktu berangkat ke sekolah. Tugasku hanya menemani dia sampai di sekolah. Ada alasan mengapa aku tidak melanjutkan sekolah ku. Pertama aku dan akikku diasuh oleh bibi dan paman kami jadi aku tidak suka membebani mereka terlalu berat. Kedua, aku tidak terlalu suka bersekolah karena aku lebih suka belajar dari luar, dari pengalaman sendiri, hal ini membuatku mengetahui lebih banyak daripada orang-orang pada umumnya. Ketiga, aku benci ujian.

            Jadi saat aku kembali kerumah aku lewat dari sebuah club malam bernama Sari Club , sewaktu melewati klub malam itu, ada hal yang tidak enak pada perasaanku, seperti hal yang buruk akan terjadi disini. Sewaktu itu aku melihat 2 orang pria berdiri di depan klub itu, 2 orang pria itu tampak menggunakan pakaian seperti pakaian ulama. Aku hanya merasa bingung mengapa pergi ke sebuah club menggunakan pakaian seperti itu. Lalu datang seorang pria dengan penampilan yg biasa-biasa saja dengan baju hijau memanggil mereka. Tampak pria itu membawa 2 laki laki tadi ke lorong sempit. Kecurigaanku mulai meningkat, jadi aku memutuskan untuk membunuti mereka. Saat itu aku menguping pembicaraan mereka tetapi sayangnya mereka berbicara dalam bahasa arab, aku tidak mengerti apa yang mereka katakan, aku mencoba fokus apa yang sedang mereka perbincangkan, tetapi etap saja aku tidak mengerti. Setelah mereka selesai berbincang pria yang berbaju hijau itu mengoyakkan sebuah kertas dan membuangnya. Aku menunggu waktu yang tepat untuk mengambil kertas tersebut. Sewaktu mereka berpisah aku mengambil bagian bagian kertas yang sudah di koyakkan tadi. Aku mencoba menghubungkan bagian-bagian kertas tersebut. Tertulis di kertas itu COLT LEOO. Aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari tulisan tersebut. Anehnya ada bau bubuk mesiu pada kertas tersebut. Sayang sekali sewaktu aku ingin membuntuti pria berbaju hijau itu lagi dia sudah mengilang. Akhirnya aku kembali ke rumah untuk mecoba memecahkan mistery ini, sayang sekali ekspentasi tidak sesuai realita. Sesampainya di rumah bibi memintaku membantunya mengerjakan tugas rumah. Bibi May dan paman Bill sudah kami anggap seperti orang tua kami sendiri, karena mereka sudah mengasuh kami sejak umur 6 tahun. Orang tua kami meninggal karena kecelakaan, setelah kecelakaan itu paman dan bibi kami setuju agar mereka mengurus kami. Sejak kecil aku tidak suka menyusahkan mereka, aku lebih suka membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Lain halnya dengan adikku, dia ingin menjadi orang yg sukses untuk agar bias membanggakan bibi dan paman.

            Setelah selesai membantu bibi, aku mulai mencoba memecahkan mistery tulisan pada kertas tersebut dan mengapa kertas itu memiliki aroma bubuk mesiu. Pasti ada hal yang sangat rahasia pada kertas tersebut sehingga dia merobek kertas tersebut. Dugaan pertamaku bubuk mesiu itu berasal dari pabrik kembang api, tetapi pabrik kembang api terdekat berada di Denpasar berjarak 10 km dari Sari Club. Untuk apa jauh jauh hanya untuk memberikan sebuah kertas yang berisikan kode. Lalu dugaan keduaku adalah dugaan yang paling tidak kuinginkan terjadi, yaitu bubuk mesiu berasal dari sebuah bom TNT. Hal ini membuatku kesal, jadi kuputuskan keesokan harinya untuk pergi sekali lagi ke Sari Club untuk mencari petunjuk yang lain. 10 Oktober 2002 aku menemani adikku seperti biasanya pergi ke sekolah. Kusempatkan diriku pergi ke Sari Club. Sesampainya disana aku mulai berpikir apa hal yang janggal pada tempat tersebut. Sewaktu aku mencari petunjuk tiba-tiba ada mobil hitam yang hampir menabrak ku di jalan. Lalu aku melihat 2 orang pria yang tampak tidak asing. Ternyata itu adalah 2 orang pria yang tampak seperti ulama kemarin. Aku mencoba mengikuti mereka. Kurang lebih 2 menit aku membuntuti mereka aku sampai di Paddy’s Pub. Itu aneh mengapa mereka datang ke sebuah hiburan malam, menggunakan pakaian seperti itu, dan itu kedua kalinya mereka pergi ke sebuah hiburan malam. Lalu aku mengambil beberapa pasir yang menempel pada ban mobil tersebut. Aku berharap yang kutemukan hanyalah pasir biasa, akan tetapi beberapa pasir itu adalah bubuk mesiu. Menapa bubuk mesiu bisa menempel pada ban mobil mereka. Dan anehnya setiap berjumpa dengan selalu tercium aroma bubuk mesiu. Jadi aku memberanikan diriku untuk berkenalan dengannya. Tujuanku adalah untuk mengetahui siapa dia sebenarnya. “selamat siang tuan nama saya Muhhamad Fadli ada yang bisa saya bantu”. Dengan keadaan gugup aku mengulurkan tanganku ke pada mereka. Pria yang pertama langsung memukul tanganku dan disusul dengan tatapan dingin “Singkir kan tangan harammu dari pandangan ku”. “Sial jika aku tidak mendekatkan diri pada mereka, aku tidak akan mendapatkan petunjuk apa-apa” dalam hati ku berbicara. Tetapi pria yang kedua langsung menjabat tanganku dan berkata

“Hai nak namaku Amrozi, tampaknya kamu anak yang baik baik. Kamu kelas berapa?”.
“Kelas 3 SMA om”
“Kenapa kamu bekerja di sini, apa kamu tidak sadar tempat ini sudah dipenuhi dengan budaya barat yang menyesatkan ?”
“Maaf om hanya pekerjaan ini yang dapat membantu saya untuk bersekolah”
“Oh jadi begitu. Nak saranku kamu carilah pekerjaan yang lebih halal. Tinggalkan tempat ini atau kamu akan terkena bencana dari tuhan”
“baiklah om”
“anak Pinter”
“yaudah om aku lanjut kerja dulu, besok aku baru pergi
“baiklah nak semoga beruntung”

“tampaknya ada sesuatu yang janggal” dalam hati ku berbicara sambil merasakan gelisah dalam diri. Laki laki bersorban yang bernama Amrozi itu mengatakan sesuatu hal yang membuat pikiranku terganggu. Rasanya seperti ada sesuatu yang menggrogoti pikiranku.

Aku memutuskan untuk pulang untuk menenangkan pikiran dan hati ku. Malangnya hari ini, aku pulang hanya bermodalkan sandal jepit yang sudah hampir rusak. Bodohnya diriku aku menghilangkan uang sakuku ketika mencari petunjuk tadi. Di perjalanan pulang aku bertemu dengan 2 orang pedagang yang sedang bertengkar dan saling mencaci maki satu sama lain. Pedangang yang pertama menjual daging, dan terlihat badan besar penuh dengan otot. Sedangkan pedagang yang satunya lagi adalah pedagang ikan yang kurus dan berkaca mata tebal dengan rambut yang hanya tersisa 3 helai. Mereka memperdebatkan hal yang sepele, Antara mana yang lebih baik, ikan atau daging.

“ Hey! Apa kau tau …? Kau bisa mengalahkan 10 orang penjahat dengan mengakali mereka, itulah yang dinamakan strategi. Untuk mengakali mereka kau perlu pemikiran yang hebat”

“Hey Pak tua…! Kalau kau terlalu lama berpikir kau bisa duluan bertemu dengan tuhan sebelum bertindak. Banyak-banyaklah memakan daging sehingga kau memiliki badan yang besar dan kuat agar bisa mengalahkan mereka”

“Walau kau berkata seperti itu, kekuatan pikiranlah yang paling kuat”

“Bukan! Kekuatan otot lah yang paling kuat”

“Pikiran”

“Otot”

“Pikiran… bodoh”

“Otot… kurus”

“Berisik…”

Tiba-tiba suasana di jalan itu menjadi dingin, seperti tidak ada tanda kehidupan. Suara yang terdengar hanyalah suara burung yang bersiul dan decitan kayu dari papan tanda milik pedangang. Bibi gendut itu memarahi dan memaki mereka berdua. Bibi itu merasa terganggu dengan kelakuan mereka yang kekanak-kanakan. “Apa kalian bisa, sehari saja tidak bertengkar” teriak bibi itu dengan nada lantang. Dilihat dari perkataan bibi gendut itu, tampaknya kedua pedagang itu bagaikan Tom and Jerry yang setiap hari bertengkar. “Kalian membuat pelangganku kabur ketakutan akibat ulah kalian” bibi itu membuat kedua pedagang itu tunduk  bagaikan tikus yang akan diterkam seekor kucing dalam keadaan hidup. Tak lama kemudian bibi itu menyumpahi kedua pedagang itu “semoga kalian diberikan bencana oleh tuhan, dagangan kalian tidak akan laku, kalian akan menderita dan berharap hal itu tidak pernah terjadi kepada kalian. Sontak saja aku teringat dengan perkataan pria yang bernama amrozi itu “Aku pernah mendengarkan kalimat itu, itu yang dikatakan oleh amrozi tempo waktu. Baiklah ini sudah pasti situasi darurat, dia sedang merencanakan sesuatu, sesuatu yang berhubungan dengan bom. Tampaknya aku harus menghubungi mereka, hanya mereka yang dapat kupercayai untuk memecahkan kasus ini”. Ketakutan dan semangat bercampur aduk dalam tubuh dan tulang tulangku.

 

Dengan cepat aku mengirim pesan kepada mereka, pesan yang kukirimpun bukanlah pesan biasa, melainkan sebuah kode. “Kode Merah/Markas Besar/wd00E0”. Aku melihat ke arah jam tanganku yang terus berbunyi, terlihat jam tanganku menunjukkan arah jam 01.00 pm “Baiklah saatnya makan siang agar pikiran dan tubuhku dapat digunakan dengan baik, tidak peduli ikan atau daging, makanlah makanan yang ada, walau tidak sedap setidaknya itu memberikanmu kehidupan. Selesai aku makan siang aku pergi ke garasi di samping rumahku. Pukul 02.59.50 aku duduk di bangku dalam garasi dan mulai menghitung mundur, aku menghitung mundur karena aku tau apa yang akan terjadi 10 detik ke depan, aku hanya perlu percaya. “10… 9… 8… 7… 6… 5… 4… 3… 2… 1…” tingnong terdengar suara bel yang langsung masuk ke dalam kupingku, disaat bersamaan semangat langsung mengguyur dalam dagingku. Aku percaya mereka pasti akan datang karena pada pesan itu tertulis (Kode Merah) yang berarti (Keadaan Darurat), (Markas Besar) yang berarti (Garasi Dirumahku) dan (Wd00E0) kode ini menandakan waktu (03.00 pm) kode yang satu ini dapat dipecahkan dengan membalikkannya 180 derajat. Dengan begini tidak akan ada orang yang mengetahui apa yang sedang kami lakukan.

 

 

“Baiklah apa yang kita hadapi sekarang…?” wanita itu berbicara dengan nada datar seolah olah sudah bosan dengan apa yang sudah kami hadapi sebelumnya. Dia adalah Nova, mampu membaca Bahasa computer layaknya membaca sebuah buku cerita, ahli dalam berbagai bidang merentas, dan dia adalah gadis tomboy yang baik hati.

“Sebaiknya kau membuatku terkesan, karena kalau tidak, akan ku patahkan lehermu seperti mematahkan sebuah baja” ucap lelaki yang di belakang Nova

“Bro tapi mematahkan baja kan tidak mudah?” aku membalasnya sambil merasa kebingungan dan gugup.

“Tepat sekali artinya aku tidak bisa mematahkan lehermu sobat, hehehe…”

Dia adalah Fedro, berbadan besar dengan wajah yang penuh karisma, dia ahli dalam menginterogasi seseorang dan mampu mengetahui jati diri seseorang lewat berjabat tangan, dan membaca pikiran seseorang lewat perilakunya. Aku belajar banyak darinya, terutama mengetahui jati diri seseorang lewat bersalaman. Konon keahlian Fedro turun dari ayahnya. Ayahnya Eric adalah seorang polisi bidang kriminal, dan terkenal dengan teknik interogasinya. Aku mempelajari banyak hal darinya terutama tentang mengetahui jati diri seseorang hanya dengan berjabat tangan. kami juga kadang memanfaatkan kantor ayahnya untuk mencari kasus yang tidak bisa dipecahkan. Jika kami selalu bersama tidak ada kasus yang tidak mungkin kami pecahkan.

Tiba-tiba ada sebuah drone masuk ke dalam rumahku dengan sangat cepat. Drone itu sempat membuat jantungku ingin keluar, suara yang dikeluarkan dari drone itu terlalu berlebihan layaknya suara kereta MotoGP. Tetapi aku mengenal siapa pemilik drone itu. “yo...what sap bro...look at this fucking awesome drone” dia ada adalah Deo anak yang selalu berpikir kalau dia adalah seorang anak keturunan orang Eropa. “Bro apa kau gila kau bisa saja melukai seseorang disini” ucap ku sambil merasa kesal. “yo...iam sorry man” balasnya dengan gaya ala rap. Deo adalah anak tunggal yang manja, orang tuanya sangat kaya. Deo bagaikan anak sultan di kelompok kami, apapun yang dimintanya kepada orangtuanya, pasti dikabulkan.Ya karena dia anak tunggal dan orang tuanya yang sangat kaya. Walau begitu terkadang ada saat dia menjadi orang yang sangat genius, dia sangat suka dalam hal mekanik. Drone yang masuk kedalam rumahku bukanlah sembarang drone, drone itu sudah dimodifikasi oleh dirinya sendiri. Contohnya kecepatan dronenya, kecepatan drone itu bukanlah kecepatan standar dari pabrik. Dia membuat drone itu setara dengan kecepatan 1 Lamborgini. Aku masih belum mengerti bagimana caranya memodifikasi drone itu.

            Tiba-tiba aku melihat keaarah  pintu dan melihat seorang bidadari yang turun dari kayangan. Nama bidadari itu ada lah Gita. Aku sudah lama menyimpan rasa pada nya. Masalahnya aku tidak berani mengungkapkan perasaan itu kepadanya. Mengapa …? Karena, jika dia tiba tiba menolakku, aku pasti merasa canggung untuk berbicara kepadanya, dan akan sulit berkomunikasi dengannya jika sudah saling canggung. Agggghhhhh hal itu membuat kepalaku hampir pecah, hanya karena masalah cinta. Jadi aku memutuskan untuk tidak mengungkapkan perasaan ini kepadanya, aku tidak ingin kehilangan dirinya hanya karena kata “maukah kamu menjadi pacarku”. Dalam pikiranku, aku berharap bahwa aku bisa tahu, apakah dia mencintaiku atau tidak. Bagiku mudah untuk mengetahui jati diri seseorang hanya lewat berjabat tangan. Akan tetapi aku tidak tahu sama sekali mengenai sebuah perasaan seseorang.

“Hai Bryan apa kau sudah makan …?” ucapnya sambil disusul dengan senyuman. Aku sering merasa gugup jika dia mempertanyakan tentang keseharianku. “ummm … ya… su… su… dah” kubalas sambil merasa gugup. “Bodohnya diriku kenapa aku tiba tiba gagap” kataku dalam hati. Gita adalah salah satu anggota kami yang ahli dalam melihat petunjuk dengan mudah. Hal ini bisa dilakukannya karena dia sangat jeli ketika melakukan tugas tugasnya, contohnya seperti sewaktu dia sedang mencuci piring, jika tertinggal satu noda saja, seluruh bagian piring akan dicuci ulang. Efek dari hal itulah yang membuatnya selalu jeli dalam melakukan segala hal.

            Mereka semua adalah anak anak yang sangat spesial, memiliki banyak talenta, dan seorang sahabat yang sangat baik. Kami semua adalah teman semasa kecil dan selalu bersama, tak peduli apa yang terjadi. Banyak masalah yang sudah kami selesaikan secara bersama sama baik itu dalam hal mudah ataupun susah, kami akan selalu bersama. Walau aku tidak melanjutkan pendidikanku, mereka tetap bersamaku dalam keadaan apapun. Aku yakin, misteri bom ini akan dapat kami pecahkan bersama, karena aku yakin kami pasti bisa memcahkan misteri ini. Bersama kami pasti bisa.

            03:15 pm kami semua sudah berkumpul bersama di garasi di rumahku. Aku sudah menyiapkan meja besar dan 5 kursi, agar kami bisa memecahkan masalah ini. “Baiklah teman teman seperti yang sudah kalian ketahui aku mengirimkan kalian pesan berisi kode merah. Kode merahnya adalah, akan ada ancaman bom di Bali”. Mereka langsung terkejut dan mata mereka tampak melebar. “Wait what…? Kau tidak sedang bercanda kan ? ucap deo sambil merasa belum yakin dengan yang ku katakan. “Tidak aku sedang tidak bercanda, aku sudah mendapatkan beberapa petunjuk dan besar kemungkinan itu adalah sebuah ancaman bom. “Aku masih belum mengetahui latar belakang, mengapa bom itu akan diledakkan, aku juga belum mengetahui  dimana bom itu akan diledakkan. Petunjuk yang sudah kudapatkan adalah kertas ini. Kertas ini berisi kode (COLT LEOO), dan aku masih belum bisa memecahkan kode ini. Dan yang mencurigakan adalah aku menemukan adanya aroma bubuk mesiu di dalam kertas itu. “Hey bisa saja kan, dia bekerja di pabrik kembang api, dan tulisan itu adalah merek dari kembang apinya” ungkap fedro sambil merasa tidak yakin pada ku. “Awalnya aku juga berpikir seperti itu, tetapi aku sadar mengapa hal itu salah” ucapku dengan percaya diri. “pertama, mengapa harus memberikan sebuah merek kepada mereka lewat sebuah kertas, apa mereka tidak memiliki ponsel …? Kedua, jarak dari lokasi aku menemukan kertas itu dengan lokasi pabrik kembang api, berjarak 10 Km, dan itu terlalu jauh untuk memberikan sebuah merek. Ketiga, sewaktu aku mengawasi mereka, kode itu diberikan secara diam diam di lorong sempit, dan mereka menggunakan bahasa arab ketika berbincang –bincang. Ke tiga hal itu membuktikan akan ada bencana besar yang akan terjadi di Bali. “Baiklah teman teman tampaknya ini adalah hal yang benar benarberbahaya” ucap Fedro sambil memukul meja yang membuat jantung kami hampir keluar. Tiba tiba saja wajah mereka semakin serius dan berharap hal ini bisa diselesaikan tanpa ada yang terluka. “Baiklah Alpha (Kapten) dari mana kita mulai” seru Nova dengan percaya diri.

“Baiklah pertama tama aku ingin tahu dimana saja bom itu akan diledakkan” Ucap ku.

“Mungkin kita bisa mencurigai tempat tempat yang telah mereka datangi” balas Gita

“Yang aku ketahui hanya 2 tempat, Paddy’s Pub dan Sari Club” Jawabku

“Woa…woa…woa…wait a minute. Kedua tempat itu kan club malam, sedang ada apa seseorang yang menggunakan pakaian ulama ke club malam, bukannya mereka akan merasa haram” balas Deo dengan bahasa yang kebarat baratan.

“Tunggu dulu, aku yakin kau pasti sudah berjabat tangan dengan mereka agar kau mengetahui siapa mereka bukan …?” ucap Eric dengan penuh curiga.

“Ya kenapa” balasku sambil merasa bingung.

“Apa kau sempat berbincang bincang dengannya …?” ucap Eric , kali kecurigaannya semakin besar.

“Ya kenapa” balasku sambil masih merasa kebingungan.

“Coba kau ingat ingat apa mereka pernah mengatakan sesuatu yang berbau rasis” ucap Fedro dengan penuh harapan.

Aku mencoba mengingatnya dengan penuh kekuatan. Agghhh kepalaku hampir pecah hanya untuk mengingat perbincangan beberapa jam yang lalu. Tiba tiba aku teringat sesuatu, pria yang bernama Amrozi itu pernah mengatakan tentang budaya barat “Kenapa kamu bekerja di sini, apa kamu tidak sadar tempat ini sudah dipenuhi dengan budaya barat yang menyesatkan ?” tepat sekali itulah yang dikatakan mereka yang berbau rasis.

“Aku mengerti maksudmu Fedro” ucapku dengan penuh semangat.

“Hehehehe akhirnya”

“Teman teman kedua klub malam itu adalah target mereka, mereka tidak ingin ada budaya barat di Indonesia, bagi mereka budaya ini adalah budaya haram yang menyesatkan, jadi mereka pasti akan meleburkan semua orang di sana, bagaikan membakar sarang semut. Teman teman, kalian tahu apa yang akan kita lakukan, dalam misi ini aku tidak ingin ada yang mengetahui apa yang akan kita lakukan baik itu orang tua atau pun kerabat kerabat kita. Kita sudah bersama selama 12 tahun dan setiap misteri yang sudah kita selesaikan tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa kita sudah memecahkan banyak kasus yang bahkan orang dewasa pun tak mampu menyelesaikannya. Kita ini berbeda, kita ini spesial, kita tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain. Yang kita butuhkan hanyalah sebuah kebenaran dan keadilan. Dan berjanjilah satu hal padaku, setelah kasus ini selesai tidak akan ada bangku yang kosong setelahnya. Aku tidak ingin kejadian yang mengerikan itu terjadi untuk kedua kalinya. Kalian mengerti apa yang kumaksudkan, akan sangat sulit hidup tanpa orang yang kita cintai. Terutama kalian, kita ini sudah bagaikan keluarga. Tak peduli dalam keadaan suka maupun duka, kita tetap bersama. Ok…” Ucapku untuk memotivasi mereka semua.

            “Ok…!!!” Balas mereka semua

Pertama tama aku menyusun rencana pengintaian untuk Deo dan Nova.

“Jadi ini rencana nya. Deo apa kau bisa memodifikasi drone mu” ucapku

“Ok. So bagaimana yang kau inginkan” Ucap deo dengan semagat

“Aku ingin drone milikmu cepat tetapi tidak mengeluarkan suara yang bising, kalau bisa buatlah drone itu tidak memiliki suara agar mudah memantau dan pastikan drone mu bisa menembakkan alat pelacak” Balasku

“Hmmm… Mungkin agak sulit, but for you, I’ll do my best” ucap Rio.

 

“Oh ya aku juga butuh alat komunikasi mini sebanyak 6, pistol pelacak sebanyak 6, kaca mata multi fungsi untuk mengintai sebanyak 6, dan sarung tangan setrum sebanyak 6” ucapku dengan penuh keyakinan kepadanya.

“What The Fuck man. Tunggu dulu aku mengerti untuk apa semua alat itu, tetapi mengapa semuanya berjumlah 6. Kita kan hanya ber 5” balas Deo dengan bingung.

“Ya hanya sebagai cadangan” balas ku

“Ouh… ok man” Balas Rio

Selanjutnya aku mengurus rencana untuk Nova

“Nova apa kau bisa merentas cctv Bali” Ucapku dengan penuh harapan.

“Ya kenapa tidak …?” balasnya dengan sedikit kesombongan.

“Ok bagus, aku juga ingin semua alat komunikasi kita tidak bisa diketahui oleh siapapun, bahkan agen negara. Jika mereka mencoba mencari cari kita, maka kita buat mereka mencari cari jarum di tumpukan jerami.

“Rio dan Nova akan menjadi mata ke 3 kita, tetapi aku butuh markas yang sepi, dan sulit ditemukan”.

“Kita bisa menggunkan ruang bawah tanah di rumahku. Orang tua ku pergi keliling Eropa jadi mereka akan lama kembali. Dan tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumahku”. Ucap Rio

“Rio  benar, rumahnya juga memiliki sistem keamanan yang ketat jadi mereka akan sulit menemukan kita. Mereka berdua akan menetap di rumah Rio sedangkan sisanya akan turun ke lapangan” ucap ku

Selanjutnya aku menyusun rencana untuk pengintaian jarak dekat. Aku, Cristo, dan Eric ahli dalam pengintaian jarak dekat. Aku menyuruh mereka untuk melakukan penyelidikan di TKP. Kami membagi tugas, Aku menyusuri Paddy’s Pub sedangkan Cristo dan Eric akan menyusuri Sari Club. “Teman teman aku sudah menyuruh Rio untuk mempersiapkan peralatan yang kita butuhkan, mulai dari alat komunikasi hingga alat pelacak”. Beberapa menit kemudian aku memutuskan untuk menginap di rumah Rio dan mengajak mereka menginap di rumah Rio. Teman teman tampaknya sudah jam 04.00 tak terasa sudah 1 jam kita disini. Bagaimana kalau kita menginap di rumah Rio ” ucap ku kepada mereka. “hmmm... bukan ide yang buruk” balas Nova. “Setidaknya kita bisa sedikit bersenang senang di rumahnya yang tampak seperti istana itu” Gurau Gita. Aku memutuskan ke rumah Rio karena hanya di rumahnya kami bisa mendapat semua peralatan yang kami butuhkan. “Rio apa tidak apa apa kami menyusun rencana di rumahmu, aku takut rencana ini terbongkar oleh bibiku ...?” ucap ku dengan ragu “Apa kau bercanda, all of you is my friends, tanpa kau tanya pun pasti ku berikan izin” ucap Rio dengan senang. Baiklah teman teman kalian pamit dulu dengan orang tua kalian, dan jangan lupa bawa seragam kalian untuk hari jumat, besok kalian kan sekolah. “Ok ...!!!” sahut mereka dengan keras.          

 

 

            EMPAT

Hari ini adalah hari dimana saya dan semua orang bermusyawarah,satu persatu dari kami memberi pendapat, dan semua pendapat itu disatukan oleh ayah saya , dengan penuh pertimbangan ayah saya mengambil keputuhan  dan hasil keputusan  dari musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) adalah membumihanguskan kota Bandung dihadapan seluruh kekuatan perjuangan, saat 24 Maret 1946.Dengan penuh pertimbangan  Dan selaku komandan  kami adalah colonel Lucky.Nasution, ya ayah saya sendiri  yang memerintah rakyat untuk meninggalkan Bandung.saya dan rakyat ini sehati juga , tidak rela jika kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. “kami tak mau kota kami dimanfaatkan “, kami tak mau kota kami dimanfaatkan “, itu lah seruan kami , “ kota kami milik kami!!” “ kota kami milik kami!! “ .. saya dan kelompok mengungsi kearah selatan , kemudian melahirkan politik “bumi hangus” kami tidak rela kota  kami dimanfaatkan oleh musuh.

            Kami dan TRI(Tentara Republik Indonesia) dengan sengaja membakar rumah dan harta benda dikota Bandung , dengan maksud agar sekutu tidak dapat memanfaatkan kota Bandung . Banyak asap hitam mengepul melambung tinggi di udara

 

I LOVE YOU

  . ketika pembakaran rumah - rumah hamper selesai tiba tiba perkataan dari Benediktus ,Ketika kata itu membuat di hatiku bergetar .Untung nya saja aku tidak mengucapkanya kembali . saya tutup bibir saya dengan telunjuk ku tepat saat mengucap kanya bagaimana tidak ?Mata birunya terlalu indah .

Aku melek dari biasanya .saat masih di Jakarta mah buru-buru melek. . Biar diteriakan hampir sepuluh kali , juga ,kayak bangun – bangunan . Tapi ketampanan Benediktus membisu dan mengubah kebiasaan ku dalam sehari-hari . Tetap saja aku mengumpat dalam hati .Aku mendengus kesal .Orang enak –enak lagi tidur malah dibangunin.

Dia menyuruhku untuk mengenakan rok dan ata san kemeja putih tanpa motif. Aku melemparkan pakaian itu kelantai . ‘’ aku gak mau makai pakaian modis gitu ‘’ seruku’’dan diama lah mengancam ku untuk menelpon ayah .

‘’ sial ”! seruku

Aku pun kembali memungutnya dan mendengus kesal. ‘’ bakal aku segera buat di Bandung . hahahahaha ……

Seru dengan tawa membahana . ‘’ kamu tadi sudah ngerjain saya . Itu alasan ku motong uang jajan mu di sini !’’ senyum nya , dan sekarang yang ngerjain kamu ! Wajah nya semakin mendekat kewajah ku . hingga kedua hidung mancung kami saling bertabarakan aku menutup mata ku dengan merasakan di luar jantung ini ”.

Namun ,ia akhirnya melepaskan kubegitu saja dan tersenyum disini . Aku kesal  . Jadi ini maksudnya ? Aku pun berlari mengejarnya  dan berdiri di hadapanya . lalu kutampar dia

Tapi entah kenapa bayangan tadi muncul-muncul di benakku . Aku kembali mendengus kesal Aku bertanya lagi pada diriku . Sebenarnya apa sih  alasanku  ku bagimu ?

KAMU ADALAH CINTAKU

Aku masih kesal sama cewek manja itu udalah susah di ataur. Dan kata ku

 

Masih sedikit sakit gara - gara di pukul sama dia .benar-benar deh . mungkin dia keturunan  wiro sableng . hah .... pantesan sikapnya kasar kayak lelaki sukak marah-marah , angkuh sombong,sok cantik lagi . hmmm ... tapi memang dia cantik . aku pun  duduk dengan kedua  kaki direntangkan, aku memakai kacamata hitamku . biasanya sehabis berenang , aku mengeringkan tubuhku dibawah trik  mahari . Aku tersenyum dan mengambil majalah fashion lalu  membacanya .“  tumben kamu dah bangun !” seru suara seorang pria . Aku pun tersenyum  dan ku buka kacamataku “ memang kenapa ?  Urusan kamu ? “ tanyaku dengan senyum sinis . “ Aku ngak papa kok . Aku Cuma minta maaf sama kamu atas sikap saya kumal .sebagai permintaan maaf saya , saya akan  ajak jalan-jalan, mau kan ? Katanya dengan senyum lembut dan lebar .“ Dan aku pun mengangguk kan kepalaku “ kami sangat menikmati indahnya pemandangan dengan desain  yang indah . Dan pemandangan pantai dan tepinya.Tiba-tiba Benediktus menggenggam tangan ku dan tersenyum .Lalu tangan ku di taruhnya di depan dada nya matanya menatap ku dengan senyuman tipis .Kedua lengan yang merangkul ku dan memeluk tubuh ku dengan lembut .Aku merasakan energi aneh yang mengalir dalam darahku .Air mata ku pun berhenti . kamu pasti belum pernah bersama pria sepertiku dan kamu menginginkanya, makannya kamu sedih. Kamu pasti mengingat mantanmu ,” serunnya dengan halus.Tidak aku bahkan belum pernah pacaran. Karena aku mencari orang seperti Soekarno. Tapi air mata ini mengalir tanpa alasan, mengapa begini ????? Apakah kamu ?? ........ Apakah dia adalah kamu ???? .....

 

Penasaran dengan selanjutnya … .. tunggu tulisan selanjutnya..

 

 

 

 

 

 

 

TENTANG PENULIS

Nama penulis Yarni Hulu dan dibantu oleh Septi Kamila Sitepu ,  Penulis sekolah di SMA Santa Maria Kabanjahe ,novel ini di buat hanya untuk menghibur saja  . Novel ini bersifat imajinasi yang tinggi dan bersifat fiksi , agar si pembaca dapat terhibur dengan tulisan penulis . Novel ini hanya untuk kalangan pribadi ..